Abrasi di Minahasa, 41 Rumah Hanyut Terbawa Air BNPB Respon Cepat

Jakarta (Greeners) – Sebanyak 41 rumah terbawa oleh air dan 133 kepala keluarga mengungsi imbas abrasi yang terjadi di pesisir Minahasa Selatan, Sulawesi Utara.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto ke Manado, Jumat (17/6) untuk memastikan respon cepat. BNPB memastikan penanganan darurat dampak abrasi pantai yang melanda kawasan tersebut, Rabu (15/6).

“Sampai saat ini ada 41 rumah yang terbawa oleh air. Ada sekitar 133 KK yang mengungsi karena rumahnya habis terbawa air,” kata Kepala BNPB.

Suharyanto menyatakan, hingga saat ini ada 133 KK yang terpaksa mengungsi. Dia memastikan akan menambah tempat pengungsian.

Pemerintah Bakal Buatkan Rumah untuk Korban Abrasi di Minahasa

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan para korban dari abrasi di Minahasa Selatan akan dibuatkan rumah baru. Ia menyebut pengadaan tempat tinggal yang baru itu akan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPB) dan Bupati Minahasa Selatan siapkan.

“Nanti masyarakat yang rumahnya terbawa air itu akan pindah. Disiapkan beberapa lahan oleh Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan pak bupati,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku masih melakukan pencatatan dan akan terus memutakhirkan data imbas abrasi tersebut.

Ia menambahkan, saat ini kepala daerah, TNI/Polri dan pihak-pihak terkait masih berjaga-jaga di lokasi.

“Setelah tanggap darurat selesai, masuk tahap pra rehabilitasi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Suharyanto juga menyerahkan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) dan bantuan logistik serta peralatan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Kabupaten Minahasa Selatan.

Tetapkan Status Tanggap Darurat 

Merespons terjadinya bencana abrasi ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terhitung hingga Selasa (28/6). Status tersebut untuk mempercepat proses penanganan darurat dan menjamin hak-hak sipil masyarakat saat bencana.

Fenomena abrasi pantai yang melanda Kabupaten Minahasa Selatan memaksa sejumlah warga mengungsi. Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB menyampaikan data per Kamis (16/6) pukul 02.23 WIB, sebanyak 69 KK / 266 jiwa mengungsi.

BPBD Kabupaten Minahasa Selatan bersama pemerintah setempat telah mengaktifkan 2 posko tanggap darurat untuk melakukan percepatan penanganan terhadap warga yang mengungsi.

“Betul, sudah ada 2 posko yang sudah aktif untuk memberikan penanganan kepada pengungsi,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Minahasa Merry Joudy.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin