Foto: Detik
Teknologi.id – Pembocor data Bjorka perlahan mengungkap identitas pribadi. Dia mengaku sebagai warga negara Warsawa, Polandia, tetapi sekarang mengaku sebagai seorang wanita.
“if you’re wondering who i am, i’m a girl currently living in Poland. i’m sure a lot of people think i’m a man, right? LOL,” tulisnya di kanal Telegram Bjorkanism, Jumat (7/10).
Dalam bahasa Indonesia, “Jika Anda penasaran siapa saya, saya seorang gadis yang kini tinggal di Polandia. Saya yakin banyak orang yang menduga saya seorang pria, iya kan? Tertawa terbahak-bahak”
Di awal kemunculannya, Bjorka, melalui akun Twitternya yang kini terkunci, mengaku sebagai warga negara Warsawa, Polandia. Ia “mengacak-acak” Indonesia karena terinspirasi dari sahabatnya yang telah meninggal, yang menjadi korban politik pada tahun 1965.
Baca juga: Sound of Text: Konversi Teks Jadi Audio, Favorit Para Pengguna WA
Bjorka juga mengungkapkan bahwa dia tidak ada dalam grup tersebut, karena para peretas menyebut diri mereka secara anonim akhir-akhir ini.
“bjorka isn’t a group either, i’m just a girl hiding behind a computer. you should have noticed tha because I always use ‘i’, ‘me’, ‘i am’, not ‘we’ or ‘us’,” ujarnya.
Jika diterjemahkan menjadi, “Bjorka juga bukan grup, saya hanya seorang gadis yang bersembunyi di balik komputer. Anda seharusnya ngeh karena saya selalu memakai “saya”, “saya”, “saya”, bukan “kita” atau “kita”. sampai jumpa lagi dengan sesuatu yang besar pasti”
Ia juga mengabarkan sedang bersiap untuk mengungkap sesuatu yang besar. “see u again with something big for sure,” tulisnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menilai Bjorka tidak mungkin menjadi sasaran peretasan besar-besaran.
Baca juga: Metaverse Diprediksi Bakal Lahirkan Banyak Anak Virtual
Beberapa pihak juga mencontohkan kualitas data yang diungkapkan masih berdasarkan data pribadi berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor telepon dan data vaksin.
Pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi dikejutkan dengan aksi seorang hacker yang mengungkap identitasnya.
“Lha kok malah membuka background dan jati dirinya? Kan jadi ketahuan motif sampeyan, tidak murni leaking tapi ada unsur perlawanan pada politik orba,” kicau Fahmi, di akun Twitter-nya, 11 September.
(arm)