Disabilitas Peduli Lingkungan, Fatimah Ambil Bagian di Aksi Kolaborasi Jaga Mangrove

Klikhijau.com – Kehadiran Siti Fatimah Anwar di event kolaborasi jaga mangrove memberikan warna tersendiri . Keterbatasannya tidak menjadi halangan untuk ikut penanaman, meski  harus mengandalkan lutut untuk menyusuri galian lubang yang disiapkan.

Fatimah sapaan akrab perempuan kelahiran 1 Maret 1998 itu menjadi peserta Bakti Merdeka yang dilaksanakan di Luppung, Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, 14 Agustus 2022 lalu. Keterlibatannya tidak lepas dari dukungan teman-teman disekitarnya yang terus mengajaknya untuk berdaya bersama dan mengambil bagian dalam gerakan-gerakan baik, bukan hanya terfokus pada isu disabilitas tapi juga kegiatan lingkungan.

“Ini pertama kali saya ikut menanam mangrove, ini pengalaman luar biasa. Ikut berbasah-basah demi menanam mangrove ternyata seru juga,” katanya.

Pembangunan jembatan kawasan mangrove dinilai Fatimah belum akses, khsusunya pada jalur turun ke pantai. Sekedar informasi, perempuan 24 tahun itu berkebutuhan khusus dikarenakan salah satu kakinya mengalami kendala dan mengharuskan dia menggunakan tongkat. Tapi dia bertekad menuruni jalur yang cukup ekstrem baginya, demi  ikut serta dalam penanaman.

“Saya bukan sekedar mau berfoto saja tapi juga mau ikut serta seperti teman-teman disini. Sedikit kendala pada jalur turun dan tentunya naikpun akan sulit bagi saya,” jelasnya.

Lulusan sarjana management keuangan itu merupakan salah satu disabilitas yang cukup aktif di Kabupaten Bulukumba. Mengikuti pelbagai kegiatan, khususnya yang memang berkaitan dengan kelompok disabilitas dan isu inklusi.

Fatimah Anwar saat ikut menanam mangrove di Luppung-foto/Ist
Harus melek lingkungan

Pada penanaman mangrove ini, Fatimah semakin yakin untuk lebih menjaga lingkungan dengan kesiapan ikut serta pada kegiatan-kegiatan lingkungan. Selain sebagai ajang silaturahmi, dia berharap bisa mendapatkan pembelajaran seperti hari ini.

“Kalau tidak ikut kegiatan seperti ini, saya tidak akan tahu apa itu manfaat mangrove. Ternyata kan memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan kehidupan,” lanjutnya.

Keterlibatan Fatimah dalam aksi jaga mangrove turut dibagikan di akun sosial media pribadinya . Dia berharap ke depan, makin banyak lagi disabilitas atau difabel yang bisa mengambil bagian dalam gerakan-gerakan cinta lingkungan.

“Saya pikir selain memperjuangkan isu disabilitas, kita juga harus melek lingkungan. Bagaimanapun, bumi ini tempat kita berpijak, jadi mari kita pastikan bumi ini akan baik-baik saja dengan kita berlaku baik padanya,” katanya.

The post Disabilitas Peduli Lingkungan, Fatimah Ambil Bagian di Aksi Kolaborasi Jaga Mangrove appeared first on Klik Hijau.