Dokter Hologram Siap Dikirim NASA ke Stasiun Luar Angkasa

NASA mengirim dokter hologram ke stasiun luar angkasa

Foto: pixabay


Teknologi id – Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) berhasil mengirim satu tim dokter dalam bentuk hologram ke Stasiun Antariksa Internasional (ISS) yang mirip adegan di film fiksi sains dengan menggunakan telemedicine 3D untuk “menteleportasi” dokter. 


Cara ini dikirim dengan metode yang mereka sebut holoportasi atau gabungan dari hologram dan teleportasi. dalam rangka mengangkut model 3D dengan tampilan definisi tinggi ke ISS. Ini adalah cara baru yang sedang diuji NASA untuk membantu memberi perawatan medis yang dibutuhkan astronaut.

Holoportasi ke Luar Angkasa

Dikutip pada CNN Indonesia, pada Oktober 2021, ahli bedah penerbangan NASA, Josef Schmid, mitra industri CEO Aerospace AEXA Fernando De La Pena Llaca, dan tim mereka menjadi manusia pertama yang melakukan holoportasi ke luar angkasa dari Bumi.


Baca juga: Teknologi Bantu Kurangi Dampak Pemanasan Global


Astronaut Badan Antariksa Eropa (ESA) Thomas Pesquet melakukan percakapan dua arah secara langsung dengan Schmid dan De La Pena di tengah ISS menggunakan kamera Microsoft Hololens Kinect dan komputer yang dilengkapi perangkat lunak khusus dari Aexa.


Dilansir dari situs resmi NASA, holoportasi adalah teknologi yang memungkinkan model 3D berkualitas tinggi dari orang-orang untuk direkonstruksi, dikompresi, dan ditransmisikan secara langsung di mana saja secara langsung.


Kemudian saat dikombinasikan dengan tampilan mixed reality atau realitas campuran seperti HoloLens, ini memungkinkan pengguna melihat, mendengar, dan berinteraksi dengan peserta jarak jauh dalam 3D seolah-olah mereka benar-benar hadir di ruang fisik yang sama.


Dikutip dari BGR, holoportasi telah digunakan setidaknya sejak 2016 oleh Microsoft dan NASA pertama kalinya menggunakan cara ini. Dengan demikian, teknologi ini baru pertama diterapkan di lingkungan yang ekstrem dan terpencil seperti di luar angkasa. 


NASA sendiri sedang menguji metode telemedicine 3D saat ini sebagai uji coba untuk misi luar angkasa di masa depan. Mereka berencana menggunakan holoportation untuk konferensi medis pribadi, serta konferensi keluarga dan untuk membawa para VIP ke stasiun luar angkasa. Pada akhirnya, ini juga akan memungkinkan cara yang lebih mudah bagi astronaut untuk mengunjungi atau dikunjungi orang-orang.


Baca juga: NASA Mendapatkan Permintaan Anggaran Baru Sebanyak $26 Miliar


Holoportasi merupakan salah satu cara cara yang prospektif, mengingat NASA dan badan antariksa lainnya menempatkan lebih banyak orang di luar angkasa, kita akan membutuhkan cara berkomunikasi jarak jauh yang lebih efisien.


“Ini adalah cara komunikasi manusia yang benar-benar baru melintasi jarak yang sangat jauh,” ucap Schmid.


“Selain itu, ini adalah cara baru eksplorasi manusia, di mana entitas manusia kita dapat melakukan perjalanan keluar dari planet ini,” tambahnya.


Ia juga mengungkapkan “Tubuh fisik kita tidak ada di sana, tetapi entitas manusia kita secara mutlak ada di sana. Tidak masalah stasiun antariksa bergerak 17.500 mil per jam dan dalam gerakan konstan di orbit 250 mil di atas Bumi, astronaut dapat kembali tiga menit atau tiga minggu kemudian dan dengan sistem berjalan, kita akan berada di sana di tempat itu, di stasiun luar angkasa,”


NASA mendemonstrasikan bentuk komunikasi baru ini sebagai permulaan untuk penggunaan yang lebih luas pada misi-misi antariksa di masa depan.

Rencana NASA Kedepannya

Kedepannya penerapan teknologi ini rencananya adalah menggunakannya untuk komunikasi dua arah, di mana orang-orang di Bumi holoportasi ke luar angkasa dan astronot ke Bumi.


“Kami akan menggunakan ini untuk konferensi medis pribadi kami, konferensi psikiatri pribadi, konferensi keluarga pribadi, dan untuk membawa VIP ke stasiun luar angkasa untuk mengunjungi astronot,” ucap Schmid.


Baca juga: Teknologi Baru NASA, Temukan Solusi Kurangi Suhu Panas di Kota


NASA tidak ingin hanya sekadar mengizinkan penggunaan telemedicine 3D. NASA juga ingin menggabungkan holoportation dengan augmented reality untuk sistem tele-mentoring sejati. Belum jelas bagaimana teknologi itu akan bekerja, tapi yang jelas, teknologi itu sedang dikerjakan oleh NASA.


Untuk saat ini, metode telemedicine 3D yang digunakan mengandalkan milik Microsoft HoloLens. Perangkat ini juga menggunakan perangkat lunak khusus dari Alexa. Kedua komponen tersebut memungkinkan dokter dan yang lainnya mengunjungi ISS secara virtual.


(na)