Ilmuwan Temukan Konsep Tembok Tak Kasat Mata di Luar Angkasa

Luar angkasa memang menyimpan begitu banyak misteri yang masih coba dipecahkan oleh umat manusia. Baik besar mau pun kecil, banyak misteri yang coba dikuak satu per satu tiap harinya.

Baru-baru ini, para ilmuwan percara bahwa di luar angkasa terdapat tembok tak kasat mata. Namun bukan tembok asli, tembok tak kasat mata yang disebutkan para ilmuwan lebih ke seperti batasan yang terbuat dari partikel baru yang bernama symmetron.

Teori ini terbentuk akibat dari penggunaan teori lain untuk memahami struktur alam semesta, yaitu  Lambda cold dark matter model atau Lambda dingin materi gelap yang biasa juga disebut Model Lambda CDM. Teori ini menyatakan bahwa galaksi-galaksi kecil harusnya tersusun secara tidak beraturan di sekitar galaksi yang lebih besar.

Foto: Universe Today

Namun nyatanya, galaksi-galaksi kecil justru mengorbit di sekitar galaksi besar membentuk piringan tipis seperti cinin Saturnus, solah-seolah terdapat pembatas yang membuat galaksi-galaksi kecil itu tidak bisa mengorbit sembarangan seperti yang dikatakan teori Lambda.

Penjelasan lanjutan pun baru saja dibuat oleh peneliti dari University of Nottingham di Inggris yang memberi penjelasan lebih jauh mengenai teori tembok tidak kasat mata ini. Dalam studi mereka, mereka menerangkan sebuah teori baru yang mereka namai “the first ‘new potential’ physics explanation” atau penjelasan mengenai ‘potensi baru’ pertama di dunia fisika. 

Dalam penjelasan mereka, para ilmuwan itu menyebutkan bahwa symmetrons yang disebut-sebut sebagai sebuah partikel baru dapat membentuk sebuah tembok tak kasat mata di luar angkasa yang menyebabkan terbatasnya pergerakan galaksi.

Meskipun begitu, segala penjelasan di atas masih sebuah pembuktian teori, belum ada pembuktian nyata mengenai apakan symmetron benar-benar ada atau tidak. Untuk membuktikannya, para ilmuwan perlu menggunakan teleskop James Webb milik NASA yang akan siap digunakan untuk penelitian mulai paruh akhir tahun ini.

(AR)