Kelola Sampah di Hulu dan Hilir: DLHK Kota Pekanbaru Terus Lakukan Antisipasi dan Perbaikan dalam Pengelolaan Sampah

Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru terus melakukan perbaikan dalam pengelolaan sampah di Kota Pekanbaru. Sebagaimana diketahui, masalah sampah beberapa waktu belakangan ini cukup ramai diperbincangkan akibat sampah menumpuk dan menimbulkan kesan pengelolaan sampah yang buruk. Masalah ini bermula ketika habisnya kontrak pengangkutan sampah oleh pihak ketiga pada akhir tahun 2020 lalu, sehingga pada masa transisi pengangkutan sampah dilakukan secara swakelola oleh DLHK. Terbatasnya armada dan sumber daya menjadi salah satu kendala sehingga pengangkutan sampah di seluruh Kota Pekanbaru terasa kurang maksimal. Akan tetapi seiring berjalannya waktu sistem pengangkutan sampah di Kota Pekanbaru terus membaik. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi permasalah ini, antara lain penambahan armada, melakukan sinergi dengan Camat, Lurah, dan instansi lain serta melakukan aksi bersih di beberapa lokasi.

Namun, DLHK Kota Pekanbaru menyadari pengelolaan sampah bukan hanya perkara angkut dan buang saja. Diperlukan kiat-kiat dan sistem pengelolaan yang komprehensif dan melibatkan berbagai pihak. Sebagaimana yang disampaikan oleh Plt. Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Dr. Marzuki, SE., M.Si, bahwa dalam mengelola sampah di Kota Pekanbaru, DLHK akan melakukan pengelolaan sampah di hulu dan hilir. Pengelolaan di hulu meliputi pengangkutan sampah dari sumber sampah, sedangkan pengelolaan di hilir merupakan manajemen sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

“Kondisi sekarang, proses lelang tengah masa sanggah. Tanggal 18 Maret nanti sudah ditunjuk pemenang lelang dan ditandatangani kontrak, sehingga sampah mulai diangkut oleh pihak ketiga di Zona 1 dan Zona 2. Untuk di Zona 3, tetap swakelola oleh DLHK.” terangnya.

Selanjutnya juga untuk pengangkutan sampah tetap dibagi menjadi tiga zona sebagaimana sebelumnya, yaitu Zona 1 di Kecamatan Binawidya, Tuah Madani, Payung Sekaki, dan Marpoyan Damai. Untuk Zona 2 di Kecamatan Bukit Raya, Tenayan Raya, Kulim, Sukajadi, Senapelan, Sail, Limapuluh dan Pekanbaru Kota.  Sedangkan di Zona 3 meliputi Kecamatan Rumbai Barat, Rumbai dan Rumbai Timur.

Tidak hanya pengangkutan saja, pengelolaan sampah di hulu juga akan melibatkan masyarakat. Dalam hal ini DLHK Kota Pekanbaru akan terus mengedukasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah, mengelola sampah sederhana melalui kompos dan lubang biopori. Kemudian, peran Bank Sampah sebagai sirkular ekonomi juga akan ditingkatkan di masyarakat. Saat ini DLHK memiliki dua Bank Sampah Induk dan 109 Bank Sampah Unit. Diharapkan dengan pengelolaan sampah pada skala rumah tangga ini, memberikan kontribusi terhadap pengurangan dan pemanfaatan sampah dari sumbernya.

Kemudian pengelolaan sampah di hilir berkaitan erat dengan TPA. TPA Muara Fajar dirancang dengan sistem sanitary landfill, akan tetapi dalam pelaksanaannya belum sebaik yang direncanakan. Sanitary landfill adalah sistem pengelolaan sampah sistem pengelolaan atau pemusnahan sampah dengan cara membuang dan menumpuk sampah di lokasi cekung, memadatkannya, dan kemudian menimbunnya dengan tanah.

“Untuk manajemen sampah di TPA dengan sistem sanitary landfill, sampah yang masuk dan dibuang ke TPA akan langsung didorong, lalu ditimbun.” lanjut Plt. Kepala DLHK tersebut.

Kemudian, beliau juga menerangkan bahwa dalam manajemen TPA, sampah akan diurai dan tidak ditumpuk pada satu sisi saja. TPA pun dibagi dengan tiga zona yakni zona aktif, zona cadangan, dan zona penutup. Hal ini dilakukan agar sampah tidak menggunung dan semua lahan TPA Muara Fajar dapat dioptimalkan penggunaannya.

Plt. Kepala DLHK Kota Pekanbaru juga menerangkan bahwa DLHK akan terus melakukan antisipasi dan perbaikan dalam pengelolaan sampah, baik di hulu maupun di hilir.

“Pada masa transisi ini terdapat banyak kendala. Untuk itu pengelolaan sampah dan manajemen TPA sangat diperlukan. Manajemen sampah di TPA bukan hanya sekadar mendorong sampah yang mask saja. Ilmu dan manajemen itu sangat penting, begitu pula SDM yang paham terhadap pengelolaan sampah dan manajemen TPA.” tutupnya.

Source : https://dlhk.pekanbaru.go.id/KegiatanOPD/detail/9