Kesadaran Pemudik Terhadap Timbulan Sampahnya Masih Rendah

Jakarta (Greeners) – Meski penanganan sampah selama mudik dan libur Lebaran tahun 2022 lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, namun kesadaran masyarakat terhadap sampah yang mereka hasilkan masih rendah.

Direktur Pengelolaan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Novrizal Tahar mengatakan, jumlah pemudik tahun ini lebih besar jika kita bandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Sebelumnya pemerintah memprediksi 85 juta orang akan mudik di Lebaran 2022. Jika satu orang menghasilkan sampah 0,1 kg sampah per hari, maka ada ada 8,5 juta-10 juta kg sampah.

Kendati demikian, KLHK sejak awal telah melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan semua pemda dan kementerian/lembaga yang membawahi fasilitas umum publik untuk memastikan penanganan sampah selama mudik Lebaran.

Ia menyatakan, penanganan sampah selama mudik Lebaran telah terkondisi dengan baik. Ini terlihat dari kerja keras para petugas kebersihan di daerah dalam mengantisipasi sampah.

“Saya memberikan apresiasi pada semua petugas kebersihan. Semua pemerintah daerah dan pengelola fasilitas umum sekarang sudah aware dengan persoalan sampah. Di saat orang pada libur tapi petugas kebersihan di daerah tetap bekerja,” katanya kepada Greeners, Senin (9/5).

Kesigapan Petugas Bersihkan Sampah Mudik

Novrizal mencontohkan, misalnya saat terjadi penumpukan sampah di Pantai Pangandaran pada siang hari, dengan sigap para petugas kebersihan bergerak pada malam hari. Keesokan harinya sampah sudah tak terlihat lagi. Demikian juga pada kasus viralnya sampah di KM 33 tol Jakarta Cikampek pada Sabtu, 30 April 2022 lalu, saat ia mengecek pada Minggu paginya sudah bersih lagi.

“Yang menjadi persoalan di KM 33 tol itu begitu macet mereka (pemudik) pada berhenti di situ dan sampah pada keluar semua,” ucapnya.

Ia menyatakan, masih ada akar permasalahan sampah selama mudik Lebaran yakni belum adanya kesadaran perilaku untuk tidak membuang sampah sembarangan. Padahal, pemerintah telah melakukan sosialisasi dan edukasi secara masif, baik melalui media tv, cetak, hingga media sosial.

Padahal, kelemahan-kelemahan perilaku publik soal sampah masih menjadi tugas besar bersama. “Perlu ditekankan bahwa masyarakatnya perlu mengubah perilaku. Jangan punya pikiran saya buang sampah keluar nanti ada yang membersihkan,” tegasnya.

Meski aktivitas pemerintah dan kantor telah aktif pasca libur Lebaran, tapi arus balik masih terus terjadi. Novrizal memastikan antisipasi penanganan sampah selama arus balik ini juga tetap berlaku.

KLHK Dorong Pemda Antisipasi Timbulan Sampah

Sebelumnya KLHK telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Menteri LHK Nomor SE.3/MENLHK/PSLB3/PLB.0/4/2022 Tentang Pengelolaan Sampah Dalam Rangka Mudik Lebaran. SE ini bertujuan untuk memperkuat komitmen pemerintah daerah mengurangi timbulan sampah ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menyatakan, KLHK telah menyiapkan aturan tersebut sejak beberapa bulan lalu. Selain itu, pengecekan juga dilakukan terhadap cara kerja pengelolaan sampah di stasiun, pelabuhan, bandara dan rest area jalan tol. Ia juga memastikan berkoordinasi dengan berbagai pihak.

“Kita juga telah mengingatkan pemerintah daerah, berkoordinasi dengan tingkat pusat untuk mengingatkan dan mengedukasi pemudik, mengecek sarana pengelolaan sampahnya hingga ke TPA. Langkah-langkahnya sudah sesuai standar. Ini tidak gampang, namun mudah-mudahan semakin baik,” ungkapnya.

Penulis : Ramadani Wahyu

Editor : Ari Rikin