Kominfo Bakal Tata Ulang Infrastruktur Telekomunikasi di Candi Borobudur

Pemerintah sedang mengkaji dan menata ulang kawasan Candi Borobudur untuk mempercepat kawasan itu menjadi Destinasi Wisata Super Prioritas (DPSP). Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate menyatakan bahwa khusus di bidang komunikasi dan teknologi informasi, akan dilakukan penataan ulang 22 menara telekomunikasi serta pembangunan infrastruktur digital baru yang diperlukan.

“Bersama direksi dan manajemen perusahaan operator jaringan seluler, termasuk operator menara telekomunikasi dan operator jaringan broadband serat optik, melakukan kunjungan ke kawasan Candi Borobudur. Sebagai bagian dari implementasi penataan ulang situs Candi Borobudur sehingga menjadi kawasan terpadu, ada tampilan baru, manajemen baru dan infrastruktur pendukung baru,” kata Menkominfo Johnny G. Plate. 

Menkominfo menjelaskan penataan pengelolaan infrastruktur pendukung manajemen dan tampilan baru Candi Borobudur telah dirancang dengan matang. Ini termasuk infrastruktur fisik jalan dan sarana prasarana fisik dan digital. 

“Untuk infrastruktur digital, kami telah melakukan struktur dan evaluasi di area radius 5 km dari pusat Candi Borobudur, di mana terdapat 22 menara telekomunikasi,” jelas Menkominfo, Johnny G. Plate.

Baca juga: Layanan Internet Starlink Punya Elon Musk Masuk Indonesia, Tapi..

Menurut Menteri Johnny, Kemenkominfo bekerjasama dengan ekosistem media dan teknologi informasi kominfo akan melakukan penataan ulang atau desain baru agar menjadi bagian dari tata ruang yang indah dari kawasan Candi Borobudur dengan tetap memperhatikan layanan telekomunikasi di sekitar candi. 

“Sehingga saya hadir disini untuk memastikan dan melihat secara langsung penataan-penataan infrastruktur fisik digital yang harus ditata ulang tersebut,” tandasnya.

Komitmen ekosistem Menkominfo sangat mengapresiasi operator seluler, operator menara telekomunikasi dan penyelenggara layanan fiber optik telah berkomitmen menata infrastruktur telekomunikasi untuk mengelola infrastruktur telekomunikasi guna mendukung keindahan kawasan Candi Borobudur. 

“Tentu saja, itu akan sedikit banyak memakan waktu, akan memakan biaya, dan itu saya harus perlu sampaikan bahwa komitmen yang dibuat oleh operator layak untuk diapresiasi dan kita dampingi bersama-sama agar pelaksanaannya nanti bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya. 

Kementerian Komunikasi dan Informatika juga telah melakukan koordinasi dengan instansi dan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa semua proses perizinan dan komunikasi dengan pemangku kepentingan setempat berjalan dengan lancar dan lebih cepat. 

“Sehingga penyelesaian penataan kawasan khususnya di bidang infrastruktur digital dapat dilakukan dengan cepat dan baik,” kata Menteri Johnny.  

Baca juga : Mau Jadi Web Developer Handal? Jangan Lupa Instal Chrome Extension ini!


Menurut Menkominfo, ketinggian ideal menara telekomunikasi di sekitar kawasan candi Borobudur paling banyak sama dengan ketinggian teras Arupadhatu atau setara dengan 283 meter di atas permukaan laut. 

“Dengan demikian, 22 menara  akan dibangun kembali, ditata ulang atau didesain ulang. Kami berharap bahwa pembangunan ini juga merupakan bagian dari kesatuan penataan ulang dan keindahan kawasan Candi Borobudur,” ujarnya. 

Penataan ulang setiap infrastruktur di sekitar kawasan Candi Borobudur tidak hanya melibatkan menara telekomunikasi tetapi juga menara listrik, sistem pengawasi dan tanda-tanda evakuasi yang membuat kawasan Borobudur semakin indah. 

“Jadi sekali lagi, arahan Bapak Presiden sangat jelas bahwa kawasan cagar budaya ini harus betul-betul dijaga dengan baik, penataan harus mengacu kepada standar cagar budaya. Untuk itu, tentu komunikasi dengan pihak UNESCO dan Kementerian Dikbudristek perlu kita lakukan agar apa yang telah dilakukan dapat sejalan dengan semua persyaratan cagar budaya,” ujarnya. 

 

Dalam kunjungan ke Candi Borobudur, Menteri Johnny didampingi Plt. Direktur Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika Ismail, Direktur Infrastruktur Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Bambang Noegroho, Direktur Pengendalian Pos dan Informatika Gunawan Hutagalung, perwakilan Pemerintah Kabupaten Magelang, direksi dan manajemen perusahaan operator seluler, operator menara telekomunikasi, dan operator jaringan pita lebar fiber optik.

(aka)