Limbah Ikan Berhasil “Naik Kelas” Menjadi Produk Fesyen

Seorang pengusaha asal Kenya, Newton Owino, berhasil melakukan sesuatu yang kreatif dan inovatif untuk memanfaatkan kembali limbah ikan. Alih-alih membuangnya begitu saja dan membiarkannya hingga membusuk, Newton memilih untuk mengolah kembali limbah tersebut menjadi produk fesyen yang unik.

“Limbah dari ikan yang terbuang dapat menyebabkan masalah lingkungan jika kita biarkan begitu saja,” ujar Newton dalam How We Made It in Africa. “Maka dari itu, kami memilih untuk mengolah kembali bagian-bagian ikan yang terbuang menjadi produk fesyen.”

Newton sendiri mengolah kembali limbah ikan, khususnya bagian kulit, menjadi ikat pinggang, dompet, jaket, hingga sepatu. Namun sebelum diolah menjadi produk fesyen, kulit ikan harus melewati proses penyamakan terlebih dahulu. Kulit ikan yang telah melewati proses penyamakan akan memiliki tekstur yang kuat dan juga elastis. Selain itu, olahan kulit ikan yang sudah siap pakai juga tidak akan berbau amis.

“Kami melakukan penyamakan hanya dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti ekstrak pisang, ekstrak papaya dan ekstrak singkong. Pewarna serta perekat yang kami gunakan juga berasal dari ekstrak tumbuh-tumbuhan dan kulit ikan itu sendiri,” papar Newton.

Selain memanfaatkan kulit ikan, Newton juga memanfaatkan bagian-bagian terbuang lainnya seperti tulang dan sisik. Ia “menyulap” tulang dan sisik ikan menjadi aksesoris unik seperti anting dan hiasan pada sepatu.

Limbah Ikan Sebabkan Beragam Permasalahan Lingkungan

Seperti yang sudah Newton jelaskan sebelumnya, tumpukan limbah ikan yang terabaikan begitu saja dapat menyebabkan beragam permasalahan lingkungan. Hal tersebut dibenarkan oleh Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) Amerika Serikat.

Dalam situs resmi EPA, dijelaskan bahwa bagian-bagian ikan yang terbuang dan menumpuk dapat mengotori lingkungan sekitar dan dapat menimbulkan bau busuk. Selain itu, limbah yang telah membusuk juga dapat mengurangi kadar oksigen di kawasan perairan dan dapat menyebarkan penyakit.

Sebagai informasi, Newton bukanlah satu-satunya orang yang berhasil “menghidupkan kembali” limbah ikan dengan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat. Di Inggris, seorang desainer bernama Antonia Gillet juga berhasil menghadirkan koleksi produk fesyen berupa dompet dengan memanfaatkan limbah kulit salmon. Selain itu, desainer lain bernama Erik de Laurens juga telah mengolah kembali limbah sisik ikan menjadi ubin yang unik.

Penulis: Anggi R. Firdhani

Sumber:

How We Made It in Africa

Classic 105