Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Bereputasi, Rektor Berharap Dosen UnilakTerus Meneliti

Unilak Pekanbaru– Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lancang Kuning (LPPM Unilak) Pekanbaru menaja Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Bereputasi bagi Dosen Unilak. Ketua Yayasan Raja Ali Haji, Prof Ir Irwan Effendi MSc, didapuk sebagai pemateri kegiatan yang dilangsungkan secara daring pada  Senin dan Selasa, 9-10 Agustus 2021 ini.
Plt Kepala LPPM Unilak Dr. Jeni Wardi dalam pengantarnya mengatakan, pelatihan ini penting karena BKD tidak memperbolehkan lagi penyampaian hasil penelitian berupa laporan, melainkan sudah dalam bentuk artikel. Karena itu, menurutnya, Unilak harus mem-prepare supaya dosen-dosen bisa me-refresh kembali bagaimana cara penulisan artikel.
“(pelatihan) Ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen-dosen dalam penulisan artikel. Di samping juga untuk memenuhi beban kerja dosen dan laporan kinerja dosen nantinya,” ujar Jeni. 
Dr. Jeni Wardi menerangkan, sesuai dengan Tri Darma Perguruan Tinggi, kewajiban dosen itu ada tiga, yakni pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Darma kedua dan ketiga itu orientasinya adalah artikel, supaya apa yang dikerjakan oleh dosen bisa di-publish dan dibaca semua orang.
Pelatihan dibagi dalam tiga sesi, dan berlangsung dua hari. Selepas pelatihan, ucap Jeni, Prof Irwan sudah berkenan untuk mendampingi peserta dalam pembuatan artikel sampai artikel itu terbit.
Dalam sambutannya, Rektor Dr Junaidi SS MHum menyinggung tentang Prof Irwan yang hadir sebagai pemateri, di mana di tengah kesibukannya publikasinya banyak dan indeksnya tinggi. “Tentunya ini menjadi motivasi bagi kita semua, bagaimana kita melakukan riset dan risetnya dipublikasi,” ujarnya.
Junaidi menceritakan, dia dengan pangkat Lektor Kepala wajib menerbitkan buku, menulis artikel di jurnal internasional bereputasi. Selain pengajaran dan pendidikan.
“Nah, ini tepat apa yang kita lakukan hari ini. Kita dilatih untuk menulis artikel ilmiah sampai terbit,” kata Rektor.
“Di awal ini memang untuk memenuhi kebutuhan BKD-LKD, tapi kedepannya tentu harus lebih daripada itu,” tambahnya.
Disampaikan juga, bila dosen memiliki artikel yang terpublikasi hal itu bisa diperlihatkan saat mengajar di kelas. “Secara performance kita lebih percaya diri. Secara akademik di depan mahasisaw, bahwa kita mengajar dapat menampilkan hasil riset kita. Tentu itu perlu ketekukan, perlu waktu,” ulas Junaidi.
Junaidi tidak menampik adanya kendala dalam publikasi karya ilmiah, seperti artikel yang ditulis Bahasa Inggris. Tapi menurutnya saat ini sudah banyak layanan penerjemahan yang bisa dimafaatkan. 
“Artinya, tinggal kemauan menyediakan waktu untuk meneliti. Hal-hal teknis jangan dibingungkan,” kata Rektor.Di akhir sambutannya Rektor menyampaikan pihaknya akan memberikan dukungan dalam publikasi ilmiah dosen Unilak. Dan dia berharap pelatihan ini mengahsilkan artikel-artikel yang terpublikasi.**