Pemetaan Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Siswa

Mengidentifikasi gaya belajar setiap siswa harus dilakukan oleh setiap guru supaya dapat merancang pembelajaran yang mampu mengakomodir semua siswa. Guru Pintar pasti memiliki siswa dengan karakteristik siswa dan juga gaya belajar yang berbeda-beda. Gaya belajar berkaitan dengan cara manusia menyerap informasi. Begitupun siswa di sekolah, ada siswa yang suka belajar dengan suasana yang tenang, ada siswa yang suka belajar sambil mendengarkan musik, ada siswa yang nyaman belajar sambil praktek, dan ada pula siswa yang dapat belajar cukup dengan membaca buku saja. Dengan gaya belajar yang berbeda-beda ini, maka setiap siswa memiliki cara belajar efektif yang berbeda untuk satu sama lain.

Apa sih gaya belajar itu? Bobbi DePorter dan Mike Hernacki mendefinisikan gaya belajar sebagai kombinasi dari bagaimana siswa menyerap, dan kemudian mengatur serta mengolah informasi yang didapatkan. Sedangkan Fleming dan Mills mengartikan gaya belajar sebagai

kecenderungan siswa untuk mengadaptasi strategi tertentu dalam belajarnya sebagai bentuk tanggung jawabnya untuk mendapatkan satu pendekatan belajar yang sesuai dengan tuntutan belajar di kelas/sekolah maupun tuntutan dari mata pelajaran. Nah, supaya dapat memetakan siswa berdasarkan gaya belajarnya, maka Guru Pintar wajib tahu jenis-jenis gaya belajar yang dimiliki oleh siswa. 

Macam-Macam Gaya Belajar Siswa

Berikut ini adalah macam macam gaya belajar menurut Bobby DePorter dan Mike Hernacki:

Gaya Belajar Visual

Pemetaan Siswa Berdasarkan Gaya Belajar Siswa untuk merancang pembelajaran yang sesuai
Foto oleh Filipe Sabino dari Pexels

Gaya belajar peserta didik visual ini biasanya berfokus pada penglihatan. Saat mempelajari hal baru, siswa dengan gaya belajar visual perlu melihat sesuatu secara visual untuk lebih mudah mengerti dan memahaminya. Selain itu, siswa dengan gaya belajar visual akan merasa lebih nyaman belajar dengan penggunaan warna-warna, garis, maupun bentuk. Itulah kenapa siswa yang memiliki tipe visual biasanya memiliki pemahaman yang mendalam dengan nilai artistik seperti panduan warna dan lainnya.

Karakteristik siswa dengan gaya belajar visual adalah sebagai berikut:

1. Lebih mudah mengingat dari apa yang dilihat daripada apa yang didengar

2. Lebih suka membaca sendiri daripada dibacakan oleh orang lain

3. Ketika berbicara, temponya cukup cepat

4. Lebih suka melakukan demonstrasi daripada berpidato

5. Lebih sulit menerima instruksi secara verbal atau lisan daripada tertulis

6. Perhatiannya tidak mudah terdistraksi atau teralihkan oleh keramaian

7. Sangat menyukai menggambar apapun di kertas

Bagaimanakah cara belajar siswa dengan gaya belajar visual yang tepat?  

1.Siswa visual belajar dari gambar maupun video yang menarik

2. Siswa visual membaca buku yang tidak hanya buku yang berisi tulisan saja tetapi juga memiliki ilustrasi

3. Saat belajar, siswa visual sering sambil melakukan doodling supaya lebih fokus

4. Siswa visual biasanya suka menggunakan spidol warna-warni saat membuat catatan

5. Membuat mind mapping untuk memudahkan memahami materi belajar

Gaya Belajar Auditori


Foto oleh Anastasiya Gepp dari Pexels

Tipe belajar siswa atau gaya belajar siswa yang kedua adalah auditori. Siswa dengan gaya belajar auditori sangat mengandalkan pendengaran sebagai penerima informasi dan pengetahuan. Siswa dengan tipe belajar ini tidak memiliki masalah dengan tampilan visual saat mengajar, yang penting bagi mereka adalah mendengarkan penjelasan guru dengan baik dan jelas. Tidak heran jika tipe siswa auditori biasanya peka dan hafal dari setiap ucapan yang pernah didengar bukan dari apa yang dilihat. 

Bagaimana karakteristik siswa dengan gaya belajar auditori? Berikut ini adalah ciri-ciri yang dimiliki siswa auditori:

1. Lebih mudah mengingat sesuatu dari apa yang didengar daripada yang dilihat.

2. Senang mendengarkan orang lain berbicara.

3. Mudah sekali terdistraksi dengan keramaian.

4. Akan mengalami kesulitan dalam tugas atau pekerjaan yang melibatkan visual.

5. Sangat pandai menirukan nada atau pun irama suara.

6. Senang sekali membaca dengan mengeluarkan suara (membaca nyaring)  atau dengan menggerakan bibir.

7. Biasanya sangat fasih dalam menjadi pembicara. 

8. Mudah mengingat nama saat berkenalan dengan orang baru.

Dari karakteristik siswa auditori di atas, dapat diketahui cara belajar mereka sebagai berikut:

1. Perdengarkan musik atau bunyi-bunyian yang mendukung pembelajaran.

2. Biarkan mereka merekam saat guru mengajar supaya dapat didengar kembali saat mereview atau mempelajari materi pelajaran yang telah diajarkan.

3. Ketika membaca buku, siswa auditori biasanya sambil diucapkan dengan suara pelan supaya lebih mudah mengingat materi atau informasinya.

4. Mendengarkan materi pelajaran yang diajarkan oleh guru saat di kelas dengan seksama.

5. Belajar dengan berdiskusi bersama teman supaya lebih mudah memahami dan mengingat materi yang diajarkan.

Gaya Belajar Kinestetik


 

Gaya belajar siswa yang ketiga adalah gaya belajar kinestetik. Siswa dengan gaya belajar ini lebih menyukai belajar yang melibatkan gerakan tubuh. Biasanya siswa tipe belajar ini, merasa lebih mudah mempelajari sesuatu tidak hanya sekedar membaca buku atau mendengarnya, tetapi juga mempraktikkannya. Dengan melakukan atau menyentuh objek yang dipelajari akan memberikan pengalaman tersendiri bagi siswa tipe kinestetik. Jangan heran bila siswa yang memiliki gaya belajar tipe ini biasanya tidak betah diam tidak melakukan apa-apa dalam waktu terlalu lama di kelas.

Karakteristik yang dimiliki oleh siswa dengan tipe kinestetik adalah:

1. Menyukai belajar dengan metode praktik.

2. Mengalami kesulitan dalam menulis tetapi pandai dalam bercerita.

3. Menyukai kegiatan atau aktivitas yang melibatkan gerakan tubuh seperti olahraga atau menari.

4. Banyak menggunakan isyarat gerak tubuh ketika berkomunikasi.

5. Ketika menghafal sering kali dengan cara berjalan atau melihat.

Cara belajar yang tepat untuk siswa kinestetik adalah:

1. Minta siswa untuk mempraktikkan atau menyentuh obyek yang dipelajari. 

2. Beri keleluasaan siswa kinestetik untuk belajar sambil melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan, misalnya sambil berjalan atau sesederhana menjentikkan jari.

3. Ajak mereka melakukan eksperimen dari materi yang didapatkan dari guru

4. Ajak mereka mengunjungi tempat yang berhubungan dengan materi di pelajaran, misalnya untuk pelajaran sejarah bisa mengunjungi museum

5. Arahkan siswa kinestetik untuk mengikuti ekstrakurikuler seperti KIR (Kelompok Ilmiah Remaja)

Bagaimana Cara Mengetahui gaya Belajar Siswa?

Guru perlu memilah-milah profil belajar apa yang tepat untuk setiap siswa berdasarkan gaya belajarnya. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat dirancang sedemikian rupa sehingga siswa dengan masing-masing gaya belajar yang dimilikinya dapat belajar dengan baik. Untuk mengetahui gaya belajar masing-masing siswa, Guru Pintar dapat melakukan tes diagnostik non kognitif atau dengan observasi dan wawancara. Solusi lain untuk memetakan siswa berdasarkan gaya belajarnya adalah dengan mengikuti tes gaya belajar dari Aku Pintar secara gratis. Caranya mudah sekali tinggal unduh aplikasi Aku Pintar dari Handphone atau buka website Aku Pintar. Selamat Mencoba.