Pohon Sengon, Tanaman HTI yang Mudah Beradaptasi

Klikhijau.com – Bulan Juni, bukan hanya bulan hujan seperti dikatakan Sapardi Djoko Damono dalam puisinya. Juni juga menjadi bulan berbunganya pohon sengon.

Pohon sengon masuk kategori produksi Hutan Tanaman Industri (HTI) akan berbunga saat memasuki bulan Maret sampai Juni, dan Oktober sampai Desember.

Sengon adalah jenis pohon yang memiliki  nilai ekonomis yang tinggi, walau keawetan dan kekuatan  kayunya rendah.

Tanaman yang termasuk anggota suku Fabaceae ini bisa sudah bisa “panen”  di usia pendek, yakni sekitar 5–7 tahun. Pengelolaannya pun cenderung gampang.

Saat  berumur 1 tahun tingginya dapat mencapai 7 meter, semakin berumur akan semaking tinggi. Dan pada saat berusia 12 tahun tingginya dapat mencapai hingga 39 meter.

Ia juga memiliki kemampuan adaptasi yang cukup baik, karena dapat tumbuh di berbagai kondisi tanah, juga mudah cepat tumbuh.   Paling menyukai tanah aluvial, regosol, dan latosol.

Tidak hanya itu, tanaman bernama ilmiah Albizia chinensis ini memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai tanaman konservasi dan tanaman produksi.

Manfaat sengon

Kayu dari pohon sengon umumnya dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture atau perabotan rumah tangga.

Manfaat lain dari sengon adalah dapat menyuburkan tanah di sekitarnya. Itu karena pohon dari ordo Fabales ini  memiliki akar tunggang.

Akar ini mampu dan kuat tumbuh ke dalam. Pada rambut akarnya bisa menyimpan zat nitrogen. Akarnya bersimbiosis dengan salah bakteri, yaitu Rhizobium.

Bagian lain yang memiliki manfaat dari tanaman ini adalah  batangnya yang kerap dijadikan sebagai bahan baku pembuatan papan, peti mati, penyekat, pembuatan pensil, pengecoran semen, papan partikel, industri korek api, dan bahan baku pulp kertas.

Selain itu, biji dari buahnya bermanfaat dalam bidang kesehatan, yakni  diyakini dapat menurunkan darah tinggi, asam urat, dan kolesterol.

Jika ingin mengolah biji menjadi obat herbal, caranya sederhana saja, jemur bijinya hingga biji keluar dari kulitnya yang keras dan benar-benar bersih.

Sedangkan daunnya mengandung protein yang tinggi. Karena itu, sering pula dimanfaatkan para peternak sebagai bahan pakan hewan ternak mereka.

Nama dan sebaran sengon

Sebagaimana umumnya sebatang pohon yang memiliki beragam nama, pohon sengon pun demikian. Di Indonesia, pohon ini dikenal dengan tedehu pute (Sulawesi), sengon laut (Jawa), bae/wahagon (Papua), jeungjing (Sunda), dan sika (Maluku).

Ia dapat  hidup pada ketinggian mencapai 1.800 mdpl. Namun, secara umum pohon ini akan tumbuh lebih optimal jika berada di wilayah yang lembap, yang memiliki curah hujan kisaran 1.000 mm–5.000 mm per tahunnya.

Tanaman ini berasal dari daerah yang beriklim tropis, seperti Vietnam, India,  Thailand, Kamboja, Burma, Cina, dan tentu saja negara tercinta ini, Indonesia.

Pohon ini, meski memiliki beragam manfaat, mudah beradaptasi dan tumbuh, juga dapat ditebang cepat. Namun juga memiliki kekurangan, yakni mudah patah, khususnya sengon jenis solomon.

Klasifikasi ilmiah
  • Kerajaan: Pantae
  • (tanpa takson):  Angiospermae
  • (tanpa takson):  Eudikotil
  • (tanpa takson):  osidae
  • Ordo:  Fabales
  • Famili:   Fabaceae
  • Genus:  Albizia
  • Spesies: A. Chinensis

Jadi, selain puisi Hujan Bulan Juni dari Sapardi Djoko Damono, hal menarik lainnya adalah pohon sengon yang juga berbunga di bulan Juni.

The post Pohon Sengon, Tanaman HTI yang Mudah Beradaptasi appeared first on Klik Hijau.