Pria Ini Lakukan Penembakan dalam Live Streamingnya di Twitch!

Berita mengerikan datang dari Buffalo, New York, Amerika Serikat pada Sabtu (14/05/2022) waktu setempat.

Publik digegerkan dengan terjadinya penembakan massal di sebuah supermarket di Buffalo, memakan korban sebanyak 10 orang yang dinyatakan tewas dan 3 orang lainnya luka-luka.

Pelaku yang merupakan seorang remaja kulit putih berusia 18 tahun melakukan penembakan di Tops Friendly Market dengan tujuan rasisme yang dibuktikan dengan total 11 dari 13 korban merupakan penduduk berkulit hitam.

Foto: Getty Image

Lebih parahnya, remaja tersebut menyiarkan penembakan massal yang ia lakukan di akun live streaming Twitchnya. Pihak Twitch sendiri mengungkapkan bahwa live streaming tersebut langsung dihapus setelah 2 menit tindakan penembakan tersebut berlangsung.

Baca Juga: Netflix Akan Hadirkan Fitur Live Streaming

Juru bicara pihak Twitch juga mengungkapkan bahwa pihak mereka tidak mendukung adanya kekerasan dalam segala bentuk live streaming yang diadakan di situs mereka dan akun milik pelaku telah disuspend serta pihak Twitch telah berusaha menghapus segala video yang mengunggah ulang aksi kekerasan tersebut.

Gubernur New York, Kathy Hochul, sangat menyayangkan dengan tindakan pihak live streaming dan social media yang dinilai lambat sehingga video seperti itu tidak langusng dihapus ketika live streaming dimulai dan harus menunggu beberapa menit, sehingga ia berharap bahwa pihak social media akan lebih awas akan konten-konten yang beredar luas dan bebas diakses siapa saja tersebut. Hochul juga menambahkan bahwa pemerintah akan memantu pihak social media untuk memastikan konten-konten yang beredar memenuhi syarat etika sehingga tidak akan lagi terjadi hal seperti ini.

Sementara itu, pelaku yang sudah dibekuk polisi tersebut masih terus mengancam akan melanjutkan aksinya dengan menyebutkan bahwa ia akan terus memberantas penduduk berkulit hitam.

Kejadian ini menandai kasus baru penembakan yang disiarkan melalui siaran live streaming setelah 2019 lalu, penembakan 50 muslim di New Zealand juga disiarkan langsung lewat Facebook, dan penembakan di Jerman di tahun yang sama juga kecolongan disiarkan lewat Twitch.

Kasus-kasus ini membuat publik semakin mempertanyakan responsibilitas serta kredibilitas platform live streaming dalam menangani kasus yang terus berulang seperti ini.

(AR)