Sukses Beli Twitter, Elon Musk Bakal Pecat Sang CEO?

 Rencana pembelian perusahaan Twitter oleh Elon Musk akhirnya benar-benar terwujud, setelah pihak dewan direksi Twitter mengonfirmasi bahwa mereka sepakat menjual perusahaan kepada bos Tesla dan SpaceX tersebut dengan harga US$44 miliar atau sekitar Rp635 triliun secara tunai, Selasa (26/4).

Bersamaan dengan berita kesepakatan Elon Musk dan Twitter, berhembus kabar bahwa CEO Twitter Inc, Parag Agrawal, akan menjadi orang pertama yang akan dipecat oleh pemilik baru Twitter tersebut.

Salah satu penyebabnya diyakini terkait komentar Agrawal yang menyatakan bahwa Twitter tengah memasuki “masa kegelapan dan tak menentu” setelah manusia terkaya di dunia tersebut masuk ke perusahaan.

Selain itu, citra Agrawal juga dianggap kurang begitu baik di mata publik. Terbukti sejak ia menjadi CEO menggantikan Dorsey, November lalu, saham Twitter terus merosot, dari 70 hingga 39 dolar per saham sebelum akhirnya diambil alih oleh Musk.

Baca juga: Resmi! Elon Musk Beli Twitter dengan Harga US$44 Miliar

Nantinya, jika benar-benar harus angkat kaki, Agrawal akan mendapatkan kompensasi sekitar 42 juta dolar AS (Rp 604 miliar). Menurut firma riset Equilar, sejumlah uang tersebut berhak diberikan untuk Agrawal jika dirinya diberhentikan dalam waktu 12 bulan sejak pertama kali memegang kontrol di perusahaan.

Perkiraan Equilar tersebut mencakup gaji pokok Agrawal senilai satu tahun ditambah percepatan pemberian semua penghargaan ekuitas. Perkiraan tersebut juga berdasarkan harga penawaran Musk sebesar 54,20 per saham dan ketentuan dalam pernyataan proksi perusahaan baru-baru ini.

Total kompensasi Agrawal sendiri untuk tahun 2021 lalu mencapai 30,4 juta dolar AS (Rp 437,7), menurut proxy Twitter, sebagian besar dalam penghargaan saham.

Baca juga: Heboh Elon Musk Beli Twitter, Netizen: Di Play Store Gratis!

Sebagai informasi, Parag Agrawal sendiri sudah berada di perusahaan Twitter sejak 2011 lalu. Pria asal India tersebut sebelumnya menjabat sebagai Chief Technology Officer (CTO) Twitter.

Dirinya kemudian diangkat menjadi CEO menggantikan Jack Dorsey yang memilih mengundurkan diri pada November tahun lalu.

Tidak percaya

Sementara itu, Elon Musk sendiri dalam pengajuan sekuritas pada 14 April lalu mengatakan, bahwa dirinya tidak percaya pada manajemen Twitter saat ini.

Bahkan ketika saat itu dirinya mendapatkan tawaran oleh Agrawal untuk bisa masuk ke Dewan Twitter, ia menolaknya.

Hari ini, 26 April 2022, Elon Musk akhirnya resmi membeli Twitter senilai US$44 miliar (Rp635 triliun), yang membuat Twitter mengakhiri perjalanannya sebagai perusahaan publik sejak 2013. Banyak kalangan menilai Elon Musk akan merombak kebijakan di Twitter secara besar-besaran.

(dwk)